Dare to Dream : Menatap dan Menantang yang Ada di Depan Mata

Masih ingat dalam benak saya semasa kecil dulu. Ketika semua orang yang ada di sekitar saya menanyakan akan cita-cita yang saya impikan. Guru, orang tua, kakak, Pakdhe, Budhe serta teman-teman saya. “Apa cita-citamu kelak?” Tanya mereka kepada saya. Lantas saya pun menjawab “kalau sudah besar saya ingin menjadi pilot.” Alasan klasik yang mendasari saya mempunyai cita-cita tersebut. Saya hanya ingin mengajak orang tua dan keluarga saya jalan-jalan menggunakan pesawat. Namun usia beranjak remaja, sewaktu duduk dibangku SMP cita-cita saya berubah. Kesenangan saya pada angka mengubah mimpi sewaktu kecil. Saya ingin menjadi Sarjana Sains (S.Si). Seorang ahli Matematika. Berusaha memahami angka yang rumit saya lakukan untuk mencapai impian saya. Sampai akhirnya pendaftaran universitas saya tidak diterima dijurusan yang saya impikan. Pupuslah harapan untuk mencapai impian itu. Ah… itu semua masa lalu, biarkan menjadi kenangan manis tersendiri.

Sekarang saya sedang menempuh perjalanan hidup di FKM. Sebelumnya saya tidak tahu seluk beluk FKM itu seperti apa. “Saya akan jadi apa kelak?” kalimat itu sering terngiang dalam pikiranku dulu waktu awal masuk FKM. Kebutaan saya pada FKM tak berarti menyurutkan semangat untuk belajar. Saya memang tidak tahu FKM seperti apa, tapi apapun jalan yang kita tempuh ketika kita sudah berusaha pasti akan menuai hasil yang baik. Memasuki semester 3, adanya mata kuliah Dasar K3 seperti menyadarkan saya bahwa inilah jalan saya di FKM. Seperti menemukan “emas”. Sejak saat itu saya berusaha memantabkan hati untuk memilih K3 sebagai peminatan saya. Banyak gejolak dalam hati, apa yang bisa saya lakukan di K3?. Ketakutan saya akan terjadinya kecelakaan di tempat kerja dan kurangnya pengetahuan tentang keselamatan kerja membuat saya urung untuk memilih K3. Namun justru itulah yang menjadi tantangan, life is never flat, bagaimana mengalahkan rasa takut ini dan menyelamatkan pekerja dengan memperkecil risiko kecelakaan. Pada akhirnya sewaktu pemilihan peminatan saya dengan yakin memilih K3. Ya, sekarang saatnya menatap dan menantang apa yang ada di depan mata. K3 is my choice, saya akan berusaha memahami dan menghilangkan apa yang menjadi ketakutan saya. Man Jadda wa jadda. Semua ini saya lakukan untuk orang tua saya. Bismillah, semoga ridho orang tua menjadi ridho Allah, amin.

Salam OSH.

About pianhervian

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP angakatan 2009.... Ingin belajar dan berbagi Cerita dan Informasi di dunia maya....

Posted on 20 Februari 2012, in Refreshing, Serba-serbi, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: