My First Time In Ungaran Mountain =D

Hari Sabtu (19/11) saya ikut menemani beberapa panitia diklatsar UKM Pramuka Undip untuk survei jalur hiking untuk peserta. Sebelumnya saya pun mikir-mikir dulu apakah jadi ikut atau tidak, mengingat survei kali ini adalah ke puncak gunung ungaran. Dalam benak saya bertanya-tanya “apakah saya bisa sampe puncak??”. Mulai muncul keraguan. Tapi mendekati waktu keberangkatan saya tetap ikut dan kumpul bersama teman-teman di SPBU Undip. Akhirnya kita menuju ke Sidomukti-Ungaran bersama-sama. Sesampai di SD Sidomukti kita bergegas untuk jalan mendaki gunung agar tidak membuang waktu.

Jalan pertama yang ditempuh merupakan jalan yang sangat terjal, perlu banyak tenaga untuk menyusuri jalan itu, apalagi saya dengan tubuh tambun. Bari beberapa meter saja sudah ngos-ngos-an. Tidak heran saya jalan paling akhir ditinggal teman-teman dengan jarak agak jauh. Saya banyak membuang waktu untuk istirahat, malah sempat tidur dipinggir jalan -_____- hehe. Terbesit keinginan untuk menyudahi dan kembali ke SD dan menunggu teman-teman yang lain. Namun, tanpa saya sadari, ternyata teman-teman sudah menunggu di rumah warga. (hloh masih ada rumah warga yak?? -__-) saya pun bergegas naik menyusul teman-teman.

Tak jauh dari rumah warga itu, sudah nampak basecamp atau pos I untuk pendaftaran dan pendataan yang mau ke puncak. Dari sini sudah terlihat pemandangan yang luar biasa..subhanallah. tak berlama-lama di pos I, kami langsung jalan lagi. Jalan yang kami lalui sudah bagus, sudah ada pembangunan jalan setapak jadi lebih memudahkan. Banyak ditemui jalan yang datar, bahkan turunan sehingga membuat saya lebih mudah untuk melewatinya,., bersyukur saya..hehe. Tak lama kami jalan, kami berhenti sejenak untuk istirahat dan mneyaksikan daerah yang sudah gundul, ya penebangan hutan yang tidak tebang pilih. Seperti ini

penebangan hutan tanpa disertai reboisasi

Setelah cukup mngumpulkan tenaga, kami melanjutkan perjalanan kembali. Tak jauh dari tempat kami istirahat, kami menemukan mata air dan mengisi botol minuman kami yang telah kosong dengan air itu. Segar sekali air yang ada di gunung itu, meskipun tanpa kami masak. Kami mulai letih, tapi kami harus melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di pos 2. Disana kami istirahat dan makan bekal yang kami bawa. Canda tawa temen-temen menyelimuti diantara dinginnya udara disana. Kami juga bertemu dengan warga yang sedang membawa kayu dari hutan untuk dijual lagi. Sungguh hebat warga disana. Seudah menjadi kebiasaan naik turun gunung untuk mencari kayu.

Setelah letih hilang, kami lanjutkan perjalanan dan sampai di area kebon kopi. Tak berapa lama di kebon kopi itu, kami disambut hujan yang sangat deras yang disertai petir yang luar biasa. Kami pun berlarian untuk mencari tempat berteduh. Hanya saya saja yang membawa mantol, jadi semua barang elektronik seperti HP dititipkan, dan tas mulai terasa berat, dan jalan terus menanjak apalagi dengan berlarian serasa latihan militer (hahaha lebay). Akhirnya kita sampai di Pos 3 dan kami berteduh disana. Teman-teman sudah basah kuyup bajunya dan kedinginan. Banyak yang dilakukan teman-teman untuk menjaga agar badan tetap hangat. Membuat badan terus bergerak sehingga menghasilkan panas, mendekatkan tubuhnya ke tubuh saya karena saya sendiri yang masih kering waktu itu karena memakai jas hujan, sampai membakar kertas untuk mendapatkan kehangatan ditengah-tengah hujan dan petir.

Lama sekali menunggu hujan reda, mungkin setengah jam ada. Setelah reda kami pun melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di kebon teh.

Puncak gunung masih lama, dari tempat kami berdiri ini masih membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam untuk dapat mencapai puncak gunung. Namun dengan kesepakatan kami, kami tidak melanjutkan sampai puncak karena waktu sudah sore dan kami tidak membawa perlengkapan camping (soalnya cuma survey aja). Lalu kami menuju Promasan sebuah desa kecil tak jauh dari tempat kami berdiri namun jalan menurun untuk sholat. Setelah sholat kami bergegas kembali ke SD Sidomukti dengan melewati jalan yang sama. Waktu isya kami baru sampai di SD Sidomukti dan langsung kembali ke Tembalang, tempat kos kami.

Pengalaman yang luar biasa, baru kali ini saya naik gunung meskipun belum mencapai puncaknya. Capek memang tapi sangat puas. Saya dengan tubuh tambun akhirnya bisa melewatinya. Untuk sampai puncak kami masih ada waktu lagi pas diklatsar 25-28 Nov 2011 ini. Saya harus lebih menyiapkan stamina agar bisa mencapai puncaknya. Hmm… tak sabar untuk sampai dipuncak gunung Ungaran.. =D

About pianhervian

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP angakatan 2009.... Ingin belajar dan berbagi Cerita dan Informasi di dunia maya....

Posted on 20 November 2011, in Refreshing, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: