Memaknai Tahun Baru ….

Malam tahun baru merupakan malam yang sangat dinanti-nanti oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Semuanya ingin merayakan malam tahun baru. Tua muda kaya miskin hampir semua merayakannya. Dari panggung hiburan di pusat kota, ke puncak, pesta kembang api sampai konvoi kendaraan bermotor. Semua itu dilakukan untuk menyambut malam pergantian tahun.

Hah.. malam ini (31/12) memang berbeda dengan tahun sebelumnya dimana saya hanya menghabiskan malam pergantian tahun di rumah. Bukan karena tidak gaul atau apa tapi memang saya tidak suka dengan acara yang dibuat khusus untuk menyabut perayaan tahun baru. Malam ini sangatlah berbeda karena saya merayakan bersama Keluarga Besar Racana Diponegoro. Perayaan yang diadakan pun sangatlah sederhana, tanpa terompet, tanpa kembang api. Hanya diisi dengan games antar anggota agar lebih akrab dan juga bakar-bakar jagung sampai detik-detik pergantian tahun tiba.

Pada saat pergantian tahun tiba, suara letusan kembang api bersama suara klakson motor merobek keheningan malam. Suara-suara itu sangat terdengar keras dari tempat kami yang hanya beberapa ratus meter saja. Suara terompet juga berebut menjadi saksi pergantian tahun itu. Mungkin sausana suka cita dirasakan semua orang yang hadir dalam perayaan pergantian tahun baru itu. Mereka merelakan menukar uang mereka untuk mendapatkan terompet. Terompet yang hanya digunakan beberapa saat saja.

Entah berapa banyak dana yang dihabiskan untuk menyelenggarakan pesta kembang api, panggung hiburan itu. Mungkin puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta hanya untuk perayaan pergantian tahun. Khayalan saya mencuat saat itu juga. Kondisi ini sungguh ironis memang, ditempat lain di emperan toko ada seorang tua renta yang tertidur beralaskan Koran. Apa yang ada dalam benak orang tua itu? Apa arti pergantian tahun baru baginya?. Mungkin orang itu menganggap tidak ada yang spesial di malam pergantian tahun. Mereka akan tetap seperti mereka saat ini, menjadi gelandangan yang harus berjuang keras bagaimana agar dapat bertahan hidup. Mungkin ini hanya khayalan saya, tetapi pada kenyataannya kondisi seperti ini memang ada disekitar kita.

Satu lagi khayalan saya waktu pergantian tahun tiba yang pada saat itu hiruk pikuk kota sangat terasa. Kepadatan, kemacetan terjadi saat itu. Jika seandainya Allah menakdirkan kiamat beberapa saat setelah pergantian tahun tiba, bagaimana dengan orang-orang yang lagi menikmati pesta kembang api dalam kerumunan orang itu?. Tiba-tiba saat itu terjadi gempa yang sangat dahsyat, bangunan bertingkat disekitar tempat perayaan serentak ambruk. Kembang api yang diluncurkan ke langit tiba-tiba menjadi hujan api. Bagaimana orang-orang disana? Kebingungan, ketakutan, kepanikan saat itu. Bahkan lupa akan istri dan anak demi menyelamatkan diri… huft… saya tidak sanggup menghayal lebih jauh, sangat mengerikan bila hal ini terjadi.

Alangkah baiknya, pada saat malam pergantian tahun kita bermuhasabah, interospeksi diri apa yang telah kita lakukan dalam satu tahun ini. Apa saja kesalahan kekhilafan yang kita lakukan sehingga bisa diperbaiki di tahun baru ini. Semoga di tahun yang baru ini kita lebih baik dari pada tahun lalu dan mengambil hikmah pada tahun yang kita tinggalkan.[]

About pianhervian

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP angakatan 2009.... Ingin belajar dan berbagi Cerita dan Informasi di dunia maya....

Posted on 1 Januari 2011, in Refreshing. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: