Kejadian Luar Biasa (KLB)

Kejadian Luar Biasa (KLB) mempunyai banyak kesamaan kata, diantaranya outbreak dan epidemic (Wabah). Ketiganya mempunyai pengartian yang hampir sama. Disini dijelaskan mengenai pengertian Kejadian Luar biasa (KLB), Outbreak, dan Epidemic (wabah) dari berbagai sumber yang saya peroleh.

  • Dalam PP No 41 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.
  • Dalam UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Wabah penyakit menular yang selanjutnya disebut wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
  • Menurut Last (1988), Epidemic is the occurrence in a community or region of cases of an illness, specific health related behavior, or other health related events clearly in excess of normal expectancy. The community or region and the period in the cases occur, are specified precisely. The number of cases indicating the presence of an epidemic varies according to the agent, size and type of population exposed, previous experience or lack of exposure to the disease, and time and place of occurrence; epidemicity is thus relative to the usual frequency of the disease in the same area, among the specific population, at the same season of the year. Two cases of such of disease associated in time and place may be sufficient evidence to be considered an epidemic.

Yang kurang lebih saya artikan sebagai berikut :

Epidemi adalah kejadian dalam sebuah komunitas atau wilayah kasus penyakit, kesehatan spesifik yang berhubungan dengan perilaku, atau kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan yang jelas melebihi harapan normal. Masyarakat atau wilayah dan periode dalam kasus yang terjadi, telah ditentukan dengan tepat. Jumlah kasus yang menunjukkan adanya epidemi bervariasi sesuai dengan ukuran, agen dan jenis populasi terpapar, pengalaman sebelumnya atau kurangnya paparan penyakit, dan waktu dan tempat kejadian; epidemi yang demikian relatif terhadap frekuensi yang biasa dari penyakit di daerah yang sama, di antara populasi tertentu, pada musim yang sama pada tahun tertentu. Dua kasus seperti penyakit yang berhubungan dalam waktu dan tempat mungkin menjadi bukti yang cukup untuk dipertimbangkan epidemi

  • Menurut Last (2001), Outbreak adalah peningkatan insidensi kasus yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu komunitas, di suatu tempat terbatas, misalnya desa, kecamatan, kota, atau institusi yang tertutup (misalnya sekolah, tempat kerja, atau pesantren) pada suatu periode waktu tertentu. Hakikatnya outbreak sama dengan epidemi (wabah). Hanya saja terma kata outbreak biasanya digunakan untuk suatu keadaan epidemik yang terjadi pada populasi dan area geografis yang relatif terbatas.
  • Menurut Eko, dkk (2002), Epidemi merupakan kejadian luar biasa yaitu timbulnya suatu penyakit yang menimpa masyarakat pada suatu daerah yang melebihi perkiraan kejadian yang normal dalam periode yang singkat. Mula-mula epidemi hanya ditujukan pada penyakit menular kemudian berkembang menjadi epidemi penyakit infeksi yang tidak menular, bahkan berlaku juga untuk fenomena-fenomena penyakit non infeksi dan nonpenyakit yang berkaitan dengan masalah sosial seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat.

Dari beberapa pengertian dari KLB, Outbreak, dan Epidemi (wabah) dapat disimpulkan bahwa KLB (outbreal/wabah) adalah terjadinya peningkatan jumlah kasus penyakit yang menimpa pada kelompok masyarakat tertentu, di daerah tertentu, dan selama periode waktu tertentu.

Kriteria Yang Menyebabkan Suatu Penyakit dikatakan KLB/wabah

Kriteria tentang KLB mengacu pada Keputusan Dirjen No. 451/9. Suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur:

  1. Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal
  2. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
  3. Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Faktor yang mempengaruhi KLB

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya KLB/Wabah adalah Herd Immunity. Secara umum dapat dikatakan bahwa herd immunity ialah kekebalan yang dimiliki oleh sebagian penduduk yang dapat menghalangi penyebaran. Hal ini dapat disamakan dengan tingkat kekebalan individu yaitu makin tinggi tingkat kekebalan seseorang, makin sulit terkena penyakit tersebut. Demikian pula dengan herd immunity, makin banyak proporsi penduduk yang kebal berarti makin tinggi tingkat herd immunity-nya hingga penyebaran penyakit menjadi semakin sulit.

Kemampuan mengadakan perlingangan atau tingginya herd immunity untuk menghindari terjadi epidemi bervariasi untuk tiap penyakit tergantung pada:

1.      Proporsi penduduk yang kebal,

2.      Kemampuan penyebaran penyakit oleh kasus atau karier, dan

3.      Kebiasaan hidup penduduk.

Pengetahuan tentang herd immunity bermanfaat untuk mengetahui bahwa menhindarkan terjadniya epidemi tidak perlu semua penduduk yang rentan tidak dapat dipastikan, tetapi tergantung dari jenis penyakitnya, misalnya variola dibutuhkan 90%-95% penduduk kebal.

Setelah terjadi wabah, jumlah penduduk yang kebal bertambah hingga herd immunity meningkat hingga penyebaran penyakit berhenti. Setelah beberapa waktu jumlah penduduk yang kebal menurun demikian pula dengan herd immunity-nya dan wabah penyakit tersebut datang kembali, demikianlah seterusnya.

Langkah-langkah yang Dilakukan Jika Terjadi Wabah klik disini

Referensi :

Eko, Budiarti & Dwi, Anggraeni. 2002. Pengantar Epidemiologi edisi 2. Jakarta : EGC

 

Oleh :

Hervian Setyo Nugroho

Mahasiswa FKM UNDIP

About pianhervian

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP angakatan 2009.... Ingin belajar dan berbagi Cerita dan Informasi di dunia maya....

Posted on 7 Desember 2010, in Epidemiologi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Dear Pak Pian,

    Pak boleh saya konsultasi dengan bapak mengenai KLB penyakit menular ?

    salam, Eddy

    • Terimakasih atas kunjungannya..
      wah, saya jadi malu ketika bapak meminta konsultasi dengan saya. saya belum terlalu memahami tentang KLB maupun masalah kesehatan yang lain, tetapi saya disini juga masih dalam proses pembelajaran.
      jikalau saya bisa menjawab, pasti saya jawab..terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: